↓ Archives ↓

Clear Liquid Diet

Sesuai dengan namanya, diet ini mengonsumsi makanan yang cair dan jernih seperti air mineral dan kaldu sehingga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh lebih mudah diserap tanpa meninggalkan sisa di pencernaan. Diet cair jernih ini hanya bertujuan untuk mencegah tubuh mengalami hidrasi tanpa banyak memenuhi kebutuhan tubuh. Diet cair jernih hanya bisa dilakukan atas... Read more »

The post Clear Liquid Diet appeared first on AKG FKM UI.

Makanan Pedas bisa Sembuhkan Flu

Halo Sobat AKG! Pada masa ini, perubahan cuaca semakin sulit diprediksi. Hal ini berimbas pada imun kita yang harus bekerja keras menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Bila imun kita tidak kuat, kita akan jatuh sakit. Penyakit yang terkenal sering muncul saat kondisi cuaca yang tidak menentu salah satunya adalah flu. Saat flu, bagi sobat pencinta pedas... Read more »

The post Makanan Pedas bisa Sembuhkan Flu appeared first on AKG FKM UI.

Sweet-potato waffles with blueberry syrup

Waffle merupakan sejenis kudapan khas yang berasal dari Belgia. Seiring dengan perkembangan jaman waffle berkembang di berbagai Negara dan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dari segi bentuk maupun toppingnya, namun dengan bahan dasar yang sama yaitu tepung terigu, susu, telur dan garam. Yuk, intip cara membuat waffle yang enak dan bergizi! Bahan : Untuk sirup: 1... Read more »

The post Sweet-potato waffles with blueberry syrup appeared first on AKG FKM UI.

Manfaat Buah Delima

Buah delima kaya akan kandungan polifenolnya. Bentuk polifenol yang banyak terkandung pada buah delima adalah tannin dan flavonoid, dimana keduanya berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Antioksidan pada buah delima ini mungkin sangat bermanfaat terutama bagi kaum wanita karena dapat berperan sebagai anti penuaan. Selain bermanfaat dalam memperlambat penuaan, ada beberapa... Read more »

The post Manfaat Buah Delima appeared first on AKG FKM UI.

Manfaat Mengonsumsi Mangga

Buah mangga dapat kita temui didaerah manapun. Cara mengonsumsi mangga pun berbagai macam, mulai dari dimakan langsung hingga dibuat minuman, seperti jus. Mangga merupakan salah satu sumber serat yang baik. Kandungan vitamin C dan vitamin A pada mangga juga sangat baik, sebagaimana kita tahu, kedua vitamin tersebut berperan sebagai antioksidan yang penting. Berikut beberapa manfaat... Read more »

The post Manfaat Mengonsumsi Mangga appeared first on AKG FKM UI.

Manfaat Buah dan Daun Jambu Biji untuk Meningkatkan Kadar Trombosit pada Pasien DBD

Demam berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegyptyi dan Aedes Albocpictus. Indonesia termasuk ke dalam wilayah endemis DBD dengan sebaran wilayah di seluruh provinsi di tanah air. Umumnya, penderita DBD akan mengalami fase demam selama 2-7 hari. Pada fase pertama (1-3 hari), penderita akan merasakan demam yang cukup... Read more »

The post Manfaat Buah dan Daun Jambu Biji untuk Meningkatkan Kadar Trombosit pada Pasien DBD appeared first on AKG FKM UI.

Sawo, Buah Asli Indonesia Dengan Berbagai Manfaat

Buah Sawo atau nama lainnya Sapodilla memiliki nama ilmiah Manikara zapota adalah buah tropis lezat, lunak yang mudah dicerna seperti mangga. Buah ini mengandung berbagai vitamin dan mineral serta serat dan protein yang sehat. Sawo kaya akan vitamin C, antioksidan dan juga mengandung vitamin A, riboflavin, niasin, folat, kalsium, magnesium, zat besi, kalium, selenium, dan... Read more »

The post Sawo, Buah Asli Indonesia Dengan Berbagai Manfaat appeared first on AKG FKM UI.

Kiwi, Berry Hijau yang Kaya Manfaat

Buah Kiwi yang termasuk dalam keluarga berry ini diberi nama kiwi karena bentuknya bulat dan juga memiliki kulit dengan bulu-bulu halus yang mirip dengan burung kiwi, burung yang berasal dari selandia baru. Secara tradisional di Cina, buah Kiwi tidak dikonsumsi sehari-hari , melainkan diberikan sebagai obat untuk anak-anak untuk pertumbuhan dan untuk wanita setelah melahirkan... Read more »

The post Kiwi, Berry Hijau yang Kaya Manfaat appeared first on AKG FKM UI.

Manfaat Brokoli #2

Setelah kita melihat manfaat brokoli kemarin, ternyata masih banyak loh manfaat brokoli bagi kesehatan. Yuk kembali kita simak, apa saja manfaat dari brokoli! Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif, Mental, dan Penuaan Sebuah penelitian dengan 960 lansia menunjukkan bahwa konsumsi 1 penukar sayuran hijau, seperti brokoli, mampu menjaga penurunan mental yang berkaitan dengan penuaan. Selain itu, komponen... Read more »

The post Manfaat Brokoli #2 appeared first on AKG FKM UI.

Manfaat Brokoli #1

Manfaat Brokoli #1 Brokoli merupakan sayuran hijau yang sering kali terlihat seperti pohon kecil. Brokoli berkaitan erat dengan kale, kembang kol, dan sawi yang dikenal dengan sayuran cruciferous. Secara nilai gizi, brokoli kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Yuk kita simak manfaat brokoli bagi kesehatan! • Dipenuhi vitamin, mineral, dan komponen bioaktif Salah satu... Read more »

The post Manfaat Brokoli #1 appeared first on AKG FKM UI.

Manfaat Buah Nanas

Nanas merupakan buah tropical yang sangat sehat dan enak. Buah nanas berasal dari Amerika Utara dan dipenuhi dengan nutrisi, antioksidan, serta komponen penting lainnya seperti enzim untuk melawan inflamasi dan penyakit. Nanas dan komponennya sering kali dikaitkan dengan banyaknya manfaat kesehatan. Yuk kita simak manfaat nanas bagi kesehatan! Dipenuhi Akan Nutrisi Nanas termasuk buah yang... Read more »

The post Manfaat Buah Nanas appeared first on AKG FKM UI.

Penarikan Obat Antihipertensi Golongan Angiotensin Reseptor Blocker (ARB)

Beberapa hari yang lalu lebih tepatnya pada tanggal 3 Desember 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan surat yang berisi informasi untuk tenaga kesehatan profesional tentang penarikan obat antihipertensi golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB). Pada surat tersebut, BPOM RI mengimbau kepada industri farmasi untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang terdampak pengotor  N-Nitrosodimetilamin (NDMA) dan N-Nitrosodietilamin (NDEA) di Indonesia seperti Losartan dan Valsartan dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceutical.

Sebelum menilik lebih lanjut dan mendalam tentang isi dari surat yang dikeluarkan, perlu diketahui apa definisi dari obat antihipertensi golongan ARB. Berdasarkan Pusat Informasi Obat Nasional, obat antihipertensi merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang meningkat. Obat antihipertensi memiliki berbagai golongan yang digunakan sesuai dengan indikasi maupun kontradiksi yang sesuai dengan pasien. Beberapa golongan obat antihipertensi antara lain tiazid, alfa-blocker, beta-blocker, penghambat Angotensin-converting Enzyme (ACE), antagonis reseptor angiotensin II, dan antagonis kalsium.

Antagonis reseptor angiotensin II lebih dikenal dengan nama Angiotensin Receptor Blocker (ARB). ARB  memiliki efek yang hampir sama dan digunakan sebagai alternatif dari dengan obat  antihipertensi golongan penghambat ACE (Angiotensin-converting Enzyme Inhibitor) tetapi tidak menimbulkan efek samping berupa batuk kering yang konsisten. Perbedaan kedua golongan ini terletak pada cara kerja obat di dalam tubuh.

Golongan penghambat ACE bekerja dengan cara menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Golongan ARB bekerja dengan cara menghambat efek dari angiotensin II yaitu menyempitkan pembuluh darah. Golongan ARB tidak seperti golongan penghambat ACE yang menghambat pemecahan bradikinin dan kinin-kinin lainnya sehingga menimbulkan batuk kering yang persisten. Golongan ARB juga dapat digunakan untuk menangani gagal jantung dan nefropati akibat diabetes.

Pada bulan Juli 2017 lalu, juga dilakukan penarikan beberapa obat berbahan Valsartan dari peredaran dengan alasan yang sama oleh BPOM RI. Saat ini, obat yang ditarik di Indonesia spesifiknya adalah Varten Tablet 80 mg dan 160 mg buatan PT Actavis Indonesia serta Valesco Kaplet Salut Selaput 40 mg, 80 mg, dan 160 mg. Penarikan obat antihipertensi golongan ARB terjadi karena beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat menemukan adanya pengotor NDMA dan  NDEA pada obat Irbesartan, Losartan, dan Valsartan. BPOM RI dan beberapa lembaga luar negeri seperti US FDA, MHRA, dan EMA masih mengkaji lebih lanjut mengenai hal ini. Menurut World Health Organization (WHO), NDMA dan  NDEA sendiri merupakan suatu senyawa yang biasa digunakan sebagai penelitian. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), senyawa NDMA dan NDEA terbukti bersifat karsiogenik dan hepatotoksik pada hewan dan mungkin memiliki potensi karsiogenik pada manusia walaupun belum cukup data yang dikumpulkan terkait karsinogenitas pada manusia.

Namun, beberapa waktu lalu, dr. Siska Suridanda Danny, SpJP(K), dari Perhimpunan Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengatakan bahwa pasien tidak perlu panik. Alasannya karena masih ada alternatif obat hipertensi lainnya. Sedangkan, untuk pasien yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi dengan bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA tersebut di atas, dapat berkonsultasi dengan dokter atau apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan atau kefarmasian.

Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA . Industri farmasi telah menyatakan bersedia menarik seluruh obat yang mengandung bahan baku Losartan tersebut secara sukarela atau voluntary recall. BPOM RI mengimbau kepada sejawat kesehatan profesional dan semua pihak yang terkait, agar mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam mempertimbangkan pemberian obat ini kepada pasien.

Sumber Foto
https://www.standardmedia.co.ke/evewoman/article/2001291278/medicine-myths-debunked-is-it-safe-to-drink-alcohol-with-antibiotics-and-should-you-crush-your-pills

Referensi
Ali, F., dkk. (2014).  Protective effect of apigenin against N-nitrosodiethylamine (NDEA)-induced hepatotoxicity in albino rats. Mutation research. Genetic toxicology and environmental mutagenesis 767, 13-20. Diakses pada tanggal 6 Desember 2018 dari https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1383571814001004?via%3Dihub

Anwar, F. (2018). 5 Fakta Valsartan, Obat Hipertensi yang Ditarik di Berbagai Negara. Diakses pada tanggal 6 Desember 2018 dari https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4130900/5-fakta-valsartan-obat-hipertensi-yang-ditarik-di-berbagai-negara/6/#search

Kamaliah, A. (2018). Mengenal 2 Obat Hipertensi yang Ditarik di AS Karena Terkait Kanker. Diakses pada tanggal 6 Desember 2018 dari https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4328503/mengenal-2-obat-hipertensi-yang-ditarik-di-as-karena-terkait-kanker

Kamaliah, A. (2018). Setelah Valsartan, 2 Obat Hipertensi Lainnya Ditarik di AS. Diakses pada tanggal 6 Desember 2018 dari https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4328338/setelah-valsartan-2-obat-hipertensi-lainnya-ditarik-di-as

National Center fot Biotechnology Information. PubChem Compound Database CID = 6124 N-Nitrosodimethylamine. Diakses pada tanggal 6 Desember 2018 dari https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/n-nitrosodimethylamine#section=Exposure-Routes

Pusat Informasi Obat Nasional. (2015). Antagonis Reseptor Angiotensin II. Diakses pada tanggal 6 Desember 2018 dari http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler-0/23-antihipertensi/236-antagonis-reseptor-angiotensin-ii

Pusat Informasi Obat Nasional. 2015. Antihipertensi. Diakses pada tanggal 6 Desember 2018 dari http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler-0/23-antihipertensi

Pusat Informasi Obat Nasional. 2015. Penghambat ACE. Diakses pada tanggal 6 Desember 2018 dari http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler-0/23-antihipertensi/235-penghambat-ace

Ramadhani, Y. (2018). Daftar Obat Anti-hipertensi yang Dilarang Beredar oleh BPOM. Diakses pada tanggal 6 Desember 2018 dari https://tir.to/n/da6P

Departemen Kajian & Aksi Strategis
BEM FF UI 2018
#BersamaBerdedikasi

Eksistensi Apoteker dalam Kolaborasi Interprofesional Pada Era JKN

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatori) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Tujuan program ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Program JKN merupakan bentuk upaya pemerintah Indonesia dalam memenuhi komitmennya untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC), yang mana komitmen ini dibuat oleh tidak hanya Indonesia, tetapi juga oleh semua negara anggota WHO lainnya pada momen Resolusi World Health Assembly (WHA) ke-58 tahun 2005 di Jenewa. Program JKN juga adalah bagian dari Program Indonesia Sehat. Program Indonesia Sehat sendiri merupakan program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia, bersama ketiga program lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahtera. Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan menegakkan tiga pilar utama, yaitu (1) penerapan paradigma sehat, (2) penguatan pelayanan kesehatan, dan (3) pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui program ini, setiap penduduk Indonesia yang terdaftar berhak memperoleh manfaat jaminan kesehatan yang bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Berdasarkan data BPJS Kesehatan per tanggal 1 April 2018, diketahui bahwa terdapat 165 juta jiwa penduduk Indonesia yang sudah menjadi peserta JKN. Jumlah ini sekitar 75% dari total penduduk Indonesia. Pemerintah sendiri menargetkan bahwa pada Januari 2019, 95% atau sekitar 257,5 juta jiwa penduduk Indonesia sudah menjadi peserta JKN. Indonesia masih perlu mengupayakan penambahan jumlah peserta sebanyak 20%  lagi untuk dapat mencapai target tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN, menjadi salah satu faktor yang amat dipertimbangkan oleh calon peserta untuk mau mendaftarkan diri. Tenaga-tenaga kesehatan yang kompeten dan memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada pasien, selain juga penghapusan tindakan diskriminatif terhadap pasien peserta JKN, bukan tidak mungkin akan mengundang lebih banyak masyarakat Indonesia untuk mau mendaftarkan diri sebagai peserta JKN.

Di antara tenaga kesehatan yang memainkan peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan di era JKN ini, apoteker adalah salah satunya. Apoteker merupakan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam menjalankan asuhan kefarmasian, yaitu bentuk pelayanan dan tanggung jawab apoteker secara langsung pada pekerjaan kefarmasian yang bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Apoteker kini tidak hanya melakukan pekerjaan dalam peracikan dan penyaluran obat, tetapi berfokus pada pengobatan untuk hasil yang definit bagi kesembuhan pasien, seperti: pengobatan penyakit, mengeliminasi atau mengurangi gejala, serta penghentian dan pencegahan penyakit.

Pelayanan pasien yang dilakukan untuk upaya preventif, kuratif, dan promotif tidak dapat dilepaskan dari kesuksesan kolaborasi interprofesional yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Interprofesionalitas didefinisikan sebagai pembangunan praktik yang kohesif antarprofesi dalam bidang yang berbeda, yang memungkinkan tenaga kesehatan untuk dapat berefleksi dan menemukan praktik yang menyediakan jawaban bagi kebutuhan pasien. Apoteker sebagai anggota dari kolaborasi interprofesional tenaga kesehatan menawarkan berbagai pelayanan di berbagai area, seperti rekomendasi dosis dan administrasi, panduan untuk pengobatan, indikasi yang diterima dan off-label indication, interaksi obat, dan duplikasi (Albanese dan Rouse, 2010). Dengan berinteraksi bersama anggota tim lainnya, apoteker mampu meningkatkan pelayanan pasien lewat pengoptimasian terapi obat dan penentuan keputusan bersama yang mengacu pada disiplin ilmu dari masing-masing tenaga kesehatan hingga memberikan pelayanan pasien yang komprehensif dan maksimal.

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, kolaborasi interprofesional tenaga kesehatan penting untuk menunjang keberhasilan terapi yang pasien dapatkan. Namun pada kenyataannya, tenaga kesehatan di Indonesia saat ini masih belum dapat berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik dan optimal. Pembiasaan untuk berkolaborasi secara interprofesional juga seharusnya diterapkan sedini mungkin agar mahasiswa terlatih untuk mengambil peran dalam suatu kelompok, memberikan kontribusi pada kelompok, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mampu berpendapat dan berdiskusi untuk tujuan yang sama baik dengan teman satu profesi maupun dengan interprofesi.

Penerapan sistem interprofessional education (IPE) di Indonesia dalam pendidikan kesehatan sendiri sudah  mulai dimasukkan dalam suatu kurikulum dan telah dicanangkan oleh pemerintah tetapi masih terbatas pada beberapa perguruan tinggi di daerah jawa, salah satunya adalah Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Untuk sebagian universitas, penerapan kolaborasi interprofesional baru diterapkan pada masa kuliah kerja nyata (KKN) seperti di Universitas Brawijaya. Permasalahan juga terletak pada belum optimalnya pelayanan yang diberikan oleh apoteker kepada pasien. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya jumlah apoteker di puskesmas seluruh Indonesia, yaitu hanya berjumlah 17,5 % saja, dengan kualitas pelayanan yang hanya sebesar 26,6%. Padahal pelayanan apoteker yang baik juga merupakan kunci kesuksesan kolaborasi interprofesional.

Pada era JKN, selain penghapusan tindakan diskriminatif terhadap pasien peserta JKN, tenaga kesehatan yang kompeten serta kemampuan kolaborasi yang baik antartenaga kesehatan dalam upaya memberikan pelayanan yang optimal, menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tercapainya target 95% peserta JKN pada tahun 2019. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa apoteker dalam kolaborasinya bersama tenaga kesehatan lain juga memainkan peran kunci. Diharapkan pembelajaran IPE dapat dilaksanakan di seluruh universitas di Indonesia agar mahasiswa kesehatan terbiasa dengan kolaborasi interprofesi, sehingga menjadi tidak gagap ketika sudah terjun langsung ke dalam dunia kerja. Selain itu, kita sebagai calon apoteker diharapkan mampu memantaskan diri agar nantinya dapat memberikan pelayanan terbaik untuk pasien. Pemerintah juga harus mendukung perbaikan kualitas apoteker dengan pemerataan kualitas pendidikan perguruan tinggi farmasi serta pemerataan pada apoteker di tiap daerah di Indonesia, sehingga ke depannya apoteker dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan yang merata di seluruh Indonesia demi terwujudnya Indonesia sehat seperti yang telah dicita-citakan.

Sumber Gambar:
http://www.jkn.kemkes.go.id 


Referensi:
Castelberry, A., Hutchison L.C. (2018). The Pharmacist’s New Role as Part of an Interdisciplinary Care Team. Disadur dari https://www.asaging.org/blog/pharmacists-new-role-part-interdisciplinary-care-team (20 November 2018).

Departemen Kesehatan Indonesia. (2017). Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Disadur dari http://www.depkes.go.id/article/view/17070700004/program-indonesia-sehat-dengan-pendekatan-keluarga.htmlIndonesia. (19 November 2018).

Hashemian, F., Emadi, F., Roohi, E. (2016). Collaboration between pharmacists and general practitioners in the health care system in the Islamic Republic of Iran. Disadur dari http://www.emro.who.int/emhj-volume-22-2016/volume-22-issue-6/collaboration-between-pharmacists-and-general-practitioners-in-the-health-care-system-in-the-islamic-republic-of-iran.html (20 November 2018).

Herman, Max Joseph. (2013). Hubungan Ketersediaan Tenaga Kefarmasian dengan Karakteristik Puskesmas dan Praktik Kefarmasian di Puskesmas. Disadur dari https://www.researchgate.net/publication/295072629_HUBUNGAN_KETERSEDIAAN_TENAGA_KEFARMASIAN_DENGAN_KARAKTERISTIK_PUSKESMAS_DAN_PRAKTIK_KEFARMASIAN_DI_PUSKESMAS. (20 November 2018).

JKN Kementerian Kesehatan. (2018). Apa itu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)?. Disadur dari http://www.jkn.kemkes.go.id/detailfaq.php?id=1Rokom. (19 November 2018).

Siokal, Brajakson. Mengapa IPE Penting dalam Pendidikan Profesi Kesehatan. (n,d). Disadur dari www.bcf.or.id/publications/others/518-mengapa-ipe-penting-dalam-pendidikan-profesi-kesehatan.html. (20 November 2018).

Upaya Indonesia Capai Universal Health Coverage di Tahun 2019. (n,d). Disadur dari http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180502/4725818/upaya-indonesia-capai-universal-health-coverage-tahun-2019/. (20 November 2018).

 

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM FF UI 2018
#BersamaBerdedikasi

 

SK PENONAKTIFAN SEMENTARA DAN PENGANGKATAN PLT

Selamat siang IKM FF UI!

Sehubungan dengan diadakannya PEMIRA IKM FF UI 2018, berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 279/KEP/KETUA/BEMFFUI/X/2018, 280/KEP/KETUA/BEMFFUI/X/2018, 281/KEP/KETUA/BEMFFUI/X/2018, dan 282/KEP/KETUA/BEMFFUI/X/2018 dengan ini memutuskan:

Menonaktifkan:
1. Yofi Alifa sebagai Kepala Biro Kesekretariatan BEM FF UI 2018
2. Norman Emil Ramadhan sebagai Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FF UI 2018

Serta mengangkat:
1. Annisa Zahra selaku Sekretaris Umum sebagai pemegang tanggung jawab sementara Kepala Biro Kesekretariatan BEM FF UI 2018
2. Melati Raisa Noor selaku Deputi Departemen Kajian dan Aksi Strategis sebagai Pelaksana Tugas Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FF UI 2018

selama masa periode PEMIRA IKM FF UI 2018 per tanggal 25 Oktober – 1 Desember 2018.

Surat Keputusan dapat diakses melalui foto terlampir:

BEM FF UI 2018
#BersamaBerdedikasi

E-prescribing: Inovasi Peresepan Obat di Era Industri 4.0

Era industri 4.0 yang mengutamakan penggunaan sistem informasi, internet, serta kecerdasan buatan sudah merambah ke berbagai sektor, termasuk dalam sektor farmasi. Salah satu wujud nyata peranan teknologi terhadap dunia farmasi adalah munculnya e-prescribing atau resep elektronik. E-prescribing merupakan perangkat lunak yang dirancang secara spesifik untuk memudahkan pelayanan peresepan obat, mulai dari penulisan resep (prescribing), pembacaan resep (transcribing), penyiapan hingga penyerahan resep (dispensing), serta administrasi dan monitoring.

The Pharmacy Benefit Manager of CVS Health¸ sebuah perusahaan kefarmasian di Amerika Serikat, melaksanakan e-prescribing dengan mempertimbangkan kegunaan serta manfaat yang dapat diperoleh. Beberapa kegunaan resep elektronik yang menjadi alasan utama penerapannya adalah sebagai pemberi informasi tercepat terkait biaya obat serta pengurangan jumlah obat yang harus ditebus, serta penyedia alternatif obat yang lebih murah.

Berdasarkan pengamatan Troyen A. Brennan, MD, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Petugas Medis CVS Health, sering ditemukan pasien yang tidak mengetahui bahwa obat mereka yang tertera dalam resep tidak tercakup atau memiliki harga yang lebih tinggi dari perkiraan hingga mereka sampai di apotek. Hal ini mengakibatkan pasien tidak mengisi resep, tidak patuh. Pada akhirnya, biaya perawatan kesehatan malah bertambah tinggi karena pasien tidak melaksanakan terapi kesehatan dengan obat-obatan sehingga penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.

Dr. Adamson, asisten profesor di Departemen Dermatologi dari University of North Carolina, Chapel Hill, melakukan sebuah penelitian terhadap lebih dari 2.500 pasien klinik dermatologi dan menemukan bahwa keberadaan resep elektronik atau e-prescribing dapat menurunkan tingkat ketidakpatuhan pasien dalam penebusan obat dengan cukup signifikan. Penggunaan resep elektronik menunjukkan selisih risiko ketidakpatuhan penebusan obat sebesar 17% lebih rendah dibandingkan dengan resep kertas. Tak hanya itu, e-prescribing juga bermanfaat mengurangi risiko terjadinya kesalahan membaca dan menerjemahkan resep, meningkatkan akurasi dosis dan indikasi obat, mempercepat tahapan input data, memudahkan proses administrasi dan pencatatan sejarah penggunaan obat pasien, hingga menghemat kertas.

Keberadaan resep elektronik memang memberikan begitu banyak keuntungan. Sayangnya, masih ditemukan banyak kendala dalam penerapan teknologi ini. Menurut Jim Bedford, Direktur dari Healthcare, Pharmaceuticals, Medical Devices & Life Sciences at West Monroe Partners, perusahaan yang bergerak di bidang manajemen dan teknologi, kendala utama terwujudnya e-prescribing di rumah sakit dan klinik adalah biaya pelaksanaan yang tidak sedikit, serta adaptasi tenaga kerja kesehatan yang memerlukan waktu yang lama. Meskipun pekerja kesehatan sudah diimingi dengan insentif untuk mengadopsi resep elektronik, masih banyak organisasi yang kesulitan beradaptasi dengan sistem ini.

Permasalahan lain yang mungkin menjadi kesulitan pengembangan resep elektronik adalah pelanggaran keamanan. Sistem e-prescribing yang berbasis web dapat digunakan semua orang sehingga rentan terhadap pelanggaran keamanan. Dalam transaksi resep elektronik, terdapat banyak data kesehatan rahasia yang dapat disalahgunakan apabila prosedur keamanan tidak dijalankan dengan baik.

Di Indonesia sendiri, penggunaan e-prescribing masih sangat jarang karena teknologi yang dianggap kurang memadai, serta sikap tenaga kerja medis yang belum siap menerima sistem baru. Meskipun begitu, sudah ada beberapa rumah sakit nusantara yang menyediakan pelayanan resep elektronik. Salah satu contohnya adalah RSUP Dr. Sardjito sejak 2014. Namun, praktik resep elektronik ini hanya diimpelentasikan di beberapa poli (poli edelwise) saja dan tidak diterapkan untuk penyakit-penyakit kronis karena dikhawatirkan menimbulkan kesalahan.

Sebenarnya, keberadaan e-prescribing, terutama di Indonesia, masih kerap kali menjadi perbincangan hangat di dunia kefarmasian. Fakta bahwa negara lain mampu menyukseskan penggunaan resep elektronik meskipun harus menghadapi banyak kesulitan di awal menjadi acuan bahwa Indonesia mungkin akan menggunakan sistem yang sama di masa yang akan datang. Namun, semua itu kembali bergantung pada ketersediaan dana serta inisiatif sumber daya manusia untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaannya.

Sumber Foto
https://healthcurrent.org/information-center/e-prescribing/

Referensi
Arifin, Sjamsul. dan Dirgahayu, Teguh. 2017. Evaluasi Implementasi Modul E-Prescribing Rumah Sakit dengan Metode Pieces. Dikutip dari https://www.researchgate.net/publication/322968058_Evaluasi_Implementasi_Modul_EPrescribing_Rumah_Sakit_dengan_Metode_Pieces

Modern Medicine Network. 2015. E-prescribing update for health execs: Where are we now? Dikutip dari http://www.managedhealthcareexecutive.com/mhe-articles/e-prescribing-update-health-execs-where-are-we-now/page/0/1

Wathoni, Nasrul., et al. 2016. Penelitian Buktikan Resep Elektronik Mampu Tingkatkan Kepatuhan Pasien. Dikutip dari http://farmasetika.com/2016/11/01/penelitian-buktikan-resep-elektronik-manurunkan-tingkat-kesalahan-peresepan/

Kelompok 4
Magang Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM FF UI 2018

  1. Alfiyyah Siti Zainab
  2. Nadira A’dila
  3. Shinta Theresia