↓ Archives ↓

Archive → June, 2009

bingung milih distro linux????

Salah satu keluhan para newbie atau para pengguna awam Linux adalah bingung memilih distro. Distro disini berasal dari kata distribution adalah istilah untuk menyebut pemaket sistem operasi Linux dengan berbagai jenis program komputer.

Tapi dengan adanya berbagai macam distro yang tersedia  kita bisa memiliki banyak pilihan/alternatif ya ga ya ga….. ??? yeah tentunya pilihan dapat ditentukan dengan beberapa kriteria, antara lain popularitas atau banyaknya pengguna, kemudahan instalasi dan konfigurasi, tujuan penggunaan, kelengkapan aplikasi, dukungan pengembang, selera pengguna, dan kedaerahan (bahasa, jenis huruf, jenis keyboard, dll.)

Saya sendiri adalah pengguna ubuntu, tapi tetep aja saya ga bisa ngejawab dengan pasti distro mana yang paling baik karena belum tentu distro yang cocok saya pake juga cocok dengan keinginan dan kebutuhan dia.

Klo ngebahas mengenai popularitas kita bisa ngecek di distrowatch, di situ keliatan klo Ubuntu menempati posisi pertama, disusul OpenSUSE.

Ubuntu

Ubuntu

Ubuntu adalah distro turunan Debian. Tersedia beberapa pilihan Ubuntu, misalnya Ubuntu Desktop (live-CD) dengan desktop GNOME, Ubuntu Alternate, Ubuntu Server, Kubuntu dengan desktop KDE, dan Xubuntu dengan desktop XFCE. Ubuntu.com juga menyediakan Edubuntu dengan desktop GNOME plus aplikasi pendidikan dan LTSP (Edubuntu Server), yang bisa dilengkapi dengan CD Edubuntu Server Addon. Ubuntu “standar” itu belum menyertakan paket-paket pendukung beberapa format file multimedia seperti MP3, VCD, dan DVD, namun tersedia paket-paket Extras yang dapat didownload.

screenshot opensuse-11.0

screenshot opensuse-11.0

Kekuatan utama Opensuse,  distro asal Jerman yang sudah diakuisisi oleh Novell inc, ini ada di kemudahan instalasi, penggunaan serta administrasi sistem berkat tool yang bernama YAST. Seseorang yang baru pertama kali menggunakan linux pun akan sangat mudah menginstall dan meng-admin OpenSuse ini. semua hardware terdeteksi dengan baik dan bekerja sempurna. GUI (graphichal user interface) yang dipake secara default adalah KDE versi 4.

Indonesia ga kalah loh sama negara luar, kita patut bangga karena kita udah punya distro sendiri: IGOS nusantara dan BlankOn.

IGOS Nusantara 3

IGOS Nusantara 3

Distro Nusantara 3 (Mahakam) merupakan distro desktop bagi pengguna Indonesia. Pengembangan lanjutan distro ini disponsori oleh Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI). Meskipun disponsori oleh pemerintah, namun distro ini diharapkan dapat tumbuh dan dikembangkan oleh komunitas. Angka 3 pada distro Nusantara, merupakan angka lanjutan dari distro-distro yang disponsori oleh Kementrian Riset dan Teknologi. Nusantara 3 (Mahakam) dikembangkan dengan mengambil basis Fedora 9.

Screenshot BlankOn

Screenshot BlankOn

BlankOn Linux adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia demi menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia.

BlankOn adalah tutup kepala khas beberapa suku/budaya di Indonesia,antara lain suku Jawa (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur), suku Sunda (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Barat dan Banten), suku Madura, suku Bali, dan lain-lain. BlankOn juga berarti blank (bilangan biner 0) dan on (bilangan biner 1) atau topi digital (modern) dengan tampilan klasik (kuno). Arti lain kata BlankOn adalah perubahan dari blank (kosong) menjadi on (menyala atau berisi).

Screenshot fedora 6 - KDE4

Screenshot fedora 6 - KDE4

Distro lainnya adalah Fedora, Distro asal amerika ini merupakan versi free dari produsen Linux nomor satu di dunia RedHat Inc. Versi server-nya RHEL, Red Hat Enterprise Linux merupakan distro kelas enterprise yang paling dipercaya di seluruh dunia. Tentu saja versi free ini mewarisi kestabilan induknya. Ya itu memang kekuatan utama distro ini, kestabilan. Disamping stability, kekuatan fedora yang lain adalah kemudahan admistrasi pemaketan software dengan menggunakan tool yg bernama YUM, salah satu yg terbaik di lingkungan linux saat ini. Sama dengan OpenSuse, semua hardware terdeteksi dengan sangat baik

Secara default, Desktop manager alias GUI yg dipake pada versi terbarunya yaitu Fedora Core 9 adalah Gnome. Tapi saya lebih suka menggunakan KDE karena tampilannya lebih maknyuss dan lebih familiar untuk pemula.
Kan udah tau tuh pilihan2 distronya, selebihnya yang perlu dipertimbangkan adalah :
  1. Kemudahan Instalasi –> klo mw coba dulu mendingan pake Live-CD aja
  2. Kemudahan dan kenyamanan penggunaan atau operasional
  3. Pengenalan dan dukungan terhadap hardware dan aplikasi2 terbaru
  4. Dukungan teknis dari komunitas pengguna maupun vendor
  5. Keindahan dan kecantikan penampilan desktop