Category → Info
yEd Diagram Editor di Linux
YED adalah editor diagram yang kuat yang dapat digunakan dengan cepat dan efektif menghasilkan gambar diagram berkualitas tinggi.
Mendukung banyak jenis diagram seperti BPMN diagram, diagram alur, keluarga pohon, jaringan semantik, diagram kelas UML, bagan organisasi, peta pikiran, diagram swimlane, dan banyak lagi.
Membuat diagram secara manual atau mengimpor data eksternal Anda untuk analisis dan secara automatis mengatur set data besar dengan hanya menekan sebuah tombol.
Kunci Fitur Utama

import data Anda untuk analisis:Excel® spreadsheet (.xls) atau XML

Membuat diagram dengan mudah menggunakan antarmuka pengguna yang intuitif.

Seacara automatis mengatur elemen diagram yang Anda buat.

Export diagram Anda dalam format bitmap atau vector graphics: PNG, JPG, SVG, PDF, SWF, …
Belajar yEd dalam 90 detik
Berbagai Diagram yang tersedia
![]()
Diagram BPMN
![]()
Flowcharts
![]()
Family Trees
![]()
Semantic Networks
![]()
Social Networks
![]()
Diagram kelas UML
Cara Install
- Download dari website resminya di sini atau yang sudah di lokalkan di repo UGM di sini;
- Jalankan terminal dak ketik perintah ;
- Maka akan muncul dialog instalasi seperti pada gambar di bawah ini;

- Dialog Term and Agreement, klik opsi Accept untuk melanjutkan dan klik tombol Next;
- Dialog berikut untuk tujuan folder instalasi paket yEd, secara default akan terinstall ke dalam home user, klik tombol Next;
- Berikut dialog untuk memilih lokasi symlink shortcut aplikasi yEd, klik tombol Next;
- Dialog berikut adalah proses instalasi;
- Proses instalasi selesai dan klik tombol Finish;
- Jalankan aplikasi yEd di menu Applications -> Others -> yEd Graph Editor;
- Berikut tampilan ruang kerja yEd Graph Editor.
$ bash yEd-3.7.sh
Sumber referensi dan gambar :
http://www.yworks.com
Backup Aplikasi yang sudah Terinstall di Linux Ubuntu
Ada banyak cara membackup system Linux Ubuntu, tapi bagaimana dengan cara membackup aplikasi yang sudah terinstall kedalam system? Biasanya ini di butuhkan ketika Anda menginstall ulang dengan system yang sama namun Anda tidak ingin direpotkan lagi dengan install-install paket yang pastinya membutuhkan koneksi internet. Berikut penulis ulas tentang bahasan bagaimana membackup paket aplikasi yang sudah terinstall kedalam Linux Ubuntu Anda.
BACKUP
Instal paket kebutuhan dengan mengetik perintah berikut di Terminal:
$ sudo apt-get install dpkg-repack fakeroot
Kemudian buat sebuah direktori penampungan paket aplikasi yang akan dihasilkan oleh “dpkg-repack”. Buka Terminal dan ketik:
$ mkdir backup
$ cd backup
Direktori telah dibuat dan Anda sudah masuk di dalamnya. Lalu, ketik perintah berikut di terminal ;
$ fakeroot -u dpkg-repack `dpkg --get-selections | grep install | cut -f1`
Jika semua proses telah selesai dan berjalan lancar, Anda akan mendapatkan file dengan ekstensi .deb. File tersebut bisa Anda pindahkan kedalam eksternal hardisk atau flashdisk untuk di installkan di komputer lain dengan base system yang sama.
RE-INSTALL
Jika Anda ingin meng-install kembali paket aplikasinya, masuk kedalam direktori backup tadi kemudian install paket dengan perintah terminal berikut ini ;
$ sudo dpkg -i *.deb
NB. Trik diatas juga berlaku untuk keluarga Linux Debian.
Semoga bermanfaat.
Sumber referensi :
http://ubuntuforums.org
Sumber gambar :
http://www.blogsdna.com
Free AutoCAD clone ‘DraftSight’ Beta di Linux
почистванеSumber referensi :
http://www.omgubuntu.co.uk/2011/03/autocad-clone-draftsight-hits-linux-beta
Mengkonversi Cue Bin Nrg Img Mdf File ke dalam Iso File di Linux Ubuntu
Untuk membakar file NRG, IMG, CUE/BIN, MDF kedalam CD, belum ada aplikasi pembakar CD yang mendukung untuk file-file tersebut di Linux Ubuntu. Namun, ada cara untuk mengkonversi file NRG, IMG, CUE / BIN atau MDF menjadi file ISO, sehingga Anda bisa membakarnya kedalam CD.
Langkah 1
Yang Anda butuhkan adalah aplikasi untuk mengkonversi yaitu : bchunk (CUE/BIN to ISO), ccd2iso (IMG to ISO), mdf2iso (MDF to ISO) dan nrg2iso (NRG to ISO), cara instalasi paketnya dengan membuka terminal dan ketik perintah berikut :
$ sudo apt-get install bchunk ccd2iso mdf2iso nrg2iso
Kemudian ikuti langkah berikutnya.
Langkah 2
Berikut cara konversi dari…
CUE/BIN menjadi ISO: buka terminal dan masuk dalam direktori dimana file CUE/BIN berada dan ketik perintah :
$ bchunk filename.bin filename.cue filename.iso
NRG menjadi ISO: buka terminal dan masuk dalam direktori dimana file CUE/BIN berada dan ketik perintah :
$ nrg2iso filename.nrg filename.iso
IMG menjadi ISO: buka terminal dan masuk dalam direktori dimana file CUE/BIN berada dan ketik perintah :
ccd2iso filename.img filename.iso
MDF menjadi ISO: buka terminal dan masuk dalam direktori dimana file CUE/BIN berada dan ketik perintah :
$ mdf2iso filename.mdf filename.iso
Setelah menjadi file ISO, Anda bisa membakar file ISO tersebut menggunakan Brasero atau K3B kedalam CD.
Sumber Referensi :
http://www.howtodothings.com
Sumber gambar :
http://i.ehow.co.uk
Script Install PPA Launchpad Linux Ubuntu
Tim UGOS menyediakan script install aplikasi PPA Launchpad yang sudah di mirror lokal repo UGM. Berikut langkah-langkah menggunakan script install :
- Buka konsol terminal dengan klik menu Applications -> Accesories;
- Terlebih dahulu download script installer dengan perintah berikut ;
- Eksekusi script dan masukkan password user ;
$ bash install-ppa-launchpad.sh - Kemudian akan muncul daftar aplikasi aplikasi PPA Launchpad yang sudah dilokalkan di repo UGM;
- Pilih aplikasi dengan menekan tombol spacebar, kemudian pilih OK dengan tombol TAB untuk melakukan proses instalasi;
$ wget repo.ugm.ac.id/ekstra/tools/install-ppa-launchpad.sh
Script install PPA Launchpad akan mendeteksi codename dari distro Linux Ubuntu Anda, untuk dukungan distro sebagian besar aplikasi mendukung distro Linux Ubuntu dari Lucid ke atas.
Semoga bermanfaat…
Cek Speed dan Tipe Memory Ram di Linux Ubuntu
Bagaimana cara memeriksa kecepatan RAM dan jenis file (baris DDR atau DDR2) di Linux ? Anda perlu menggunakan utilitas baris perintah biosdecode. Dmidecode adalah tool atau dumping sebuah komputer DMI (beberapa mengatakan SMBIOS) isi tabel dalam suatu format terbaca-manusia. Output ini berisi deskripsi komponen hardware sistem, serta potongan informasi lain yang berguna seperti nomor seri dan revisi BIOS. Perintah ini bekerja di Linux, UNIX dan komputer BSD.
Buka konsol terminal dan ketik perintah berikut :
$ sudo dmidecode --type memory
atau
$ sudo dmidecode --type memory | more
Contoh output:
# dmidecode 2.9
SMBIOS 2.5 present.Handle 0×0008, DMI type 6, 12 bytes
Memory Module Information
Socket Designation: DIMM A1
Bank Connections: 0 1
Current Speed: 30 ns
Type: DIMM SDRAM
Installed Size: 1024 MB (Double-bank Connection)
Enabled Size: 1024 MB (Double-bank Connection)
Error Status: OKHandle 0×0009, DMI type 6, 12 bytes
Memory Module Information
Socket Designation: DIMM B1
Bank Connections: 2 3
Current Speed: Unknown
Type: DIMM SDRAM
Installed Size: Not Installed
Enabled Size: Not Installed
Error Status: OKHandle 0×0023, DMI type 16, 15 bytes
Physical Memory Array
Location: System Board Or Motherboard
Use: System Memory
Error Correction Type: None
Maximum Capacity: 4 GB
Error Information Handle: Not Provided
Number Of Devices: 2Handle 0×0025, DMI type 17, 27 bytes
Memory Device
Array Handle: 0×0023
Error Information Handle: Not Provided
Total Width: 64 bits
Data Width: 64 bits
Size: 1024 MB
Form Factor: DIMM
Set: None
Locator: DIMM A1
Bank Locator: BANK0
Type: DDR2
Type Detail: Synchronous
Speed: 667 MHz (1.5 ns)
Manufacturer: Manufacturer0
Serial Number: SerNum0
Asset Tag: AssetTagNum0
Part Number: PartNum0Handle 0×0027, DMI type 17, 27 bytes
Memory Device
Array Handle: 0×0023
Error Information Handle: Not Provided
Total Width: Unknown
Data Width: Unknown
Size: No Module Installed
Form Factor: DIMM
Set: None
Locator: DIMM B1
Bank Locator: BANK1
Type: Unknown
Type Detail: Unknown
Speed: Unknown
Manufacturer: Manufacturer1
Serial Number: SerNum1
Asset Tag: AssetTagNum1
Part Number: PartNum1
Sumber referensi :
http://www.cyberciti.biz/
Instalasi XBMC Media Center di Linux Ubuntu
XBMC Media Center, adalah sebuah software media center yang bebas dan open source cross-platform yang mampu memutar hampir semua video audio, dikenal dan format gambar.
Install XBMC Media Center di Linux Ubuntu
Buka terminal dan jalankan perintah berikut ;
Login ke user root
$ sudo su
Menambahkan source list Ubuntu Tweak menggunakan repo UGM
# echo "deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/team-xbmc `lsb_release -cs` main" > /etc/apt/sources.list.d/team-xbmc.list
Mendownload key XBMC
# wget ftp://repo.ugm.ac.id/ekstra/.ugos_tools/key_team-xbmc
Menambahkan ke dalam system
# apt-key add key_team-xbmc
Update paket
# apt-get update
Instalasi paket
# apt-get install -y xbmc
Menggunakan XBMC Media Center
Ubuntu Tweak Anda dapat membuka dari Applications —> Sound & Videos —> XBMC Media Center.

Sumber referensi : http://wiki.xbmc.org
Install Ubuntu Tweak di Linux Ubuntu
Ubuntu Tweak adalah sebuah aplikasi yang dirancang untuk konfigurasi Ubuntu agar lebih memudahkan bagi semua orang. Aplikasi ini menyediakan banyak opsi konfigurasi desktop yang berguna yang secara default tidak disediakan. Saat ini, hanya dirancang untuk Ubuntu GNOME Desktop, dan selalu mengikuti distribusi Ubuntu terbaru.
Fitur Tweak Ubuntu :
- Lihat Dasar Sistem Informasi (Distribusi, Kernel, CPU, Memory, dll);
- GNOME Session Control;
- Auto Start Program Control;
- Cara cepat menginstal aplikasi populer;
- Banyak sumber third party untuk menjaga aplikasi up-to-date;
- Membersihkan paket yang tidak dibutuhkan atau cache untuk ruang disk;
- Tampilkan / Sembunyikan dan Perubahan layar Splash;
- Tampilkan / Sembunyikan ikon desktop atau Volume yang termounting;
- Tampilkan / Sembunyikan / Ubah nama Computer, Home, Sampah atau Jaringan ikon;
- Tweak Metacity Window Manager’s style;
- Pengaturan Compiz Fusion, Screen Edge Settings, Pengaturan Efek wnidow, dan Pengaturan Efek;
- Mengatur shortcut untuk mengakses arsip lebih cepat aplikasi favorit Anda;
- GNOME Panel Settings * Pengaturan Panel GNOME;
- Nautilus Settings;
- Power Management Pengaturan Lanjut;
- Pengaturan Keamanan Sistem;
- Dan masih banyak lainnya.
Install Ubuntu Tweak di Linux Ubuntu
Buka terminal dan jalankan perintah berikut ;
Login ke user root
$ sudo su
Menambahkan source list Ubuntu Tweak menggunakan repo UGM
# echo "deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/ubuntu-tweak `lsb_release -cs` main" > /etc/apt/sources.list.d/ubuntu-tweak.list
Mendownload key Ubuntu Tweak
# wget ftp://repo.ugm.ac.id/ekstra/.ugos_tools/key_ubuntu-tweak
Menambahkan ke dalam system
# apt-key add key_ubuntu-tweak
Update paket
# apt-get update
Instalasi paket
# apt-get install -y ubuntu-tweak
Menggunakan Tweak Ubuntu
Ubuntu Tweak Anda dapat membuka dari Applications —> System Tools —> Ubuntu Tweak

Sumber referensi :
http://www.ubuntugeek.com
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Kampus

Pendahuluan
Seminar nasional teknologi informasi dan komunikasi kampus merupakan seminar nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Gadjah Mada, sebagai salah satu acara yang diselenggarakan setiap tahun. Seminar tahun ini mencoba menyadarkan para akademisi, mahasiswa, dosen, staff dan pembuat kebijakan akan pentingnya pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kampus.
TIK sebagai salah satu sarana strategis yang harus selalu dikembangkan untuk mendukung kegiatan yang ada di kampus. Di dalam seminar ini akan dibahas bagaimana mengembangkan roadmap TIK kampus sampai kepada hal – hal yang bersifat teknis yaitu bagaimana mengembangkan software dan aplikasi untuk mendukung TIK kampus, termasuk adopsi fitur jejaring sosial dan adopsi software open source untuk pelayanan TIK.
Pembicara
- “Pengembangan Roadmap TIK Kampus, Pembelajaran dari Pembuatan Rencana Induk Pengembangan TIK UGM” oleh Dr. techn.Khabib Mustofa, M.Kom

- “Adopsi Fitur Jejaring Sosial di Sistem Informasi Manajemen, Merupakan Pembelajaran dari Pengembangan Sistem Paperless Office” oleh Drs. Bambang Nur Cahyo Prastowo, M.Sc;

- “Pengembangan dan Pemeliharaan Wide Area Network, pelajaran dari Inherent, khususnya Inherent Jogja” Agung Ariansyah, S.Kom;

- “Adopsi Software Opensource untuk Pelayanan TIK Kampus” oleh Tim UGM Goes Opensource.

Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Jumat / 11 Februari 2011
Pukul : 08.00 – 15.00 WIB
Tempat : Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Gadjah Mada
Acara seminar ini akan disiarkan menggunakan video conference ke perguruan-perguruan tinggi nasional yang tergabung dalam jaringan INHERENT DIKTI.
Susunan Acara
08.00 – 08.30 : Registrasi Peserta
08.30 – 09.00 : Pembukaan oleh Rektor UGM
09.00 – 10.00 : Sesi 1 oleh Dr.tech. Khabib Mustofa, M.Kom (Kepala PPTIK UGM)
10.00 – 11.30 : Sesi 2 oleh Bambang Nurcahyo Prastowo, M.Sc
11.30 – 13.30 : Istirahat, shalat jum’at (di lokasi seminar) dan makan
13.30 – 14.30 : Sesi 3 oleh Agung Ariansyah, S.Kom
15.00 – 15.30 : Sesi 4 oleh Tim UGM Goes Open Source
15.30 – 16.00 : Penutupan
Kontribusi
Rp. 40.000,-
Fasilitas:
- Sertifikat
- Seminar kit
- Makan siang
- Doorprize
Pendaftaran
- Sekretariat Seminar PPTiK UGM jalan Pancasila No.1 Bulaksumur Yogyakarta Setiap Jam kerja 07:30 – 15:30;
- Melalui Transfer ke Rekening Mandiri No. Rekening 137-0010113997 an UGM KPU PPTIK OPERASIONAL kemudian verifikasi email ke [email]seminarpptik@ugm.ac.id[/email] dengan menyertakan data diri dan lampiran berupa scan nota transfer rekening
Website
http://pptik.ugm.ac.id/seminartik
Cara Install Video Editor Kdenlive di Ubuntu
Kdenlive adalah multi-track intuitif dan powerfull video editor, termasuk teknologi video paling baru. Kdenlive Menggunakan berinvestasi dalam proyek berbasis komunitas, yang bertujuan untuk membangun hubungan antara orang dalam rangka membangun alat-alat video terbaik.
Berikut cara instalasinya :
Via Konsole Terminal
- Buka terminal Applications -> Accesories -> Terminal , kemudian ketikkan perintah berikut :
- Pilih distro Ubuntu yang anda gunakan;
- Download key signature dan menambahkan key ke sistem;
- Selanjutnya, lakukan update list paket & instalasi dengan mengetikkan perintah berikut :
$ sudo su
Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope
echo “deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/kdenlive jaunty main” >> /etc/apt/sources.list
Ubuntu 9.10 Karmic Koala
echo “deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/kdenlive karmic main” >> /etc/apt/sources.list
Ubuntu 10.04 Lucid Lynx
echo “deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/kdenlive lucid main” >> /etc/apt/sources.list
Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat
echo “deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/kdenlive maverick main” >> /etc/apt/sources.list
Untuk kemanan jangan lupa untuk keluar dari mode root, dengan mengetikkan perintah :
# exit
$ wget ftp://repo.ugm.ac.id/ekstra/.ugos_tools/key_kdenlive
$ sudo apt-key add key_kdenlive
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install kdenlive
Via Grafis
- Jalankan aplikasi manajemen paket dengan meng-klik menu System -> Administration -> Synaptic Package Manager;
- Pada Synaptic Package Manager, klik menu Settings -> Repositories;
- Pada dialog yang muncul klik tab Third Party Software, kemudian klik tombol Add maka akan muncul dialog entry untuk memasukkan source list;
- Save link as GPG key Kdenlive yang disediakan lokal repo UGM di sini;
- Pada tab Authentication, klik Import Key File.. dan add file key yang sudah anda save tadi;
- Copy paste daftar dibawah ini dan klik tombol Add Source;
- Setelah di tambahkan klik tombol Reload pada Synaptic Package Manager;
- Langkah terakhir search aplikasi bernama “kdenlive “, klik kanan pada paket nama paket tersebut dan pilih Mark for Installation;
- Klik tombol Apply untuk memulai proses penginstalan;
Sesuaikan dengan distro Ubuntu yang anda pakai ;
Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope
deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/kdenlive jaunty main
Ubuntu 9.10 Karmic Koala
deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/kdenlive karmic main
Ubuntu 10.04 Lucid Lynx
deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/kdenlive lucid main
Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat
deb http://repo.ugm.ac.id/ppa.launchpad.net/kdenlive maverick main
Menjalankan :
Jalankan Kdenlive di menu Applications -> Sound & Video -> Kdenlive
Sumber Referensi :
/ppa.launchpad.net/kdenlive
Menjadi lebih Baik dengan Open Source
Hanya Tulisan Biasa
Dalam tulisan ini saya tidak akan menulis dan mengulangi banyak wacana yang telah ada di sekitar Open Source. Definisi, makna teknis, implementasi, analisis, feasibility, prospek, spesifikasi hingga konsep hukum dan hitungan ekonomis adalah bagian-bagian yang ingin dihindari karena kita begitu mudah mendapatkan semua keterangan itu hanya dengan mengetikkan keyword Open Source dengan mesin pencari di internet.
Seperti umumnya ‘makanan harian’ saya di Fakultas Ilmu Budaya, pembahasan tentang aspek moral, perilaku, sociocyber, ergonomi, dan netetiquette, adalah sejumput bagian yang ingin saya bagi dengan para peserta Pelatihan Singkat Degex: Aplikasi Berbasis Open Source bagi Pustakawan hari ini.
“Haruskah” Open Source?
Jawabannya, tidak! Jawaban ini pendek, namun membawa konsekuensi panjang yang harus dieksplanasikan.
Kembali pada kebebasan memilih, jika dibandingkan dengan para pengguna Open Source—yang bertulang punggung Linux—yang umumnya fanatik dan militan, saya sedikit berbeda dengan mereka. Saya merasa perlu menegaskan bahwa Open Source bukan sebuah keharusan. Open Source memang bisa menjadi sebuah keharusan bagi satu dua lembaga dengan alasan-alasan teknis, ekonomis, dan politis tertentu.
Bagi saya, pemilihan Open Source, seharusnya memang berangkat dari sebuah kesadaran individu-individu (dimulai dari bawah—bottom up) ketimbang sebuah kebijakan politis (dari atas—top down). Meski konon, keberhasilan yang diceritakan melalui success story perusahaan dan lembaga yang berhasil melakukan migrasi, seperti PT Telkom dan Universitas Paramadina, menunjukkan keberhasilan melalui pola ‘agak keras’–kalau tidak mau disebut ‘tangan besi’. Asumsi lain, berlogika secara antropologi budaya, keberhasilan yang dibangun melalui gerakan di bawah, cenderung akan mengakar lebih kuat walaupun konsekuensinya hasil yang ingin dicapai menjadi memakan waktu dan resistensi yang lebih lama.
Apa yang terjadi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM misalnya, perjuangan tim Fakultas Ilmu Budaya Goes Open Source (BuGOS) adalah sebuah bukti nyata betapa alotnya pengembangan Open Source yang tidak didukung penuh manajemen FIB. Sejak 2005—meski infrastuktur yang dimigrasikan merupakan jumlah terbesar di UGM—pengguna Linux di salah satu tempat tertua di UGM ini masih berupa angka-angka yang sangat miris: baru tiga dosen (dari 250) bermigrasi ke Linux, satu orang dengan dual system, dan hanya enam orang dari 91 karyawan yang bermigrasi total.
Meski demikian, di atmosfir di lembaga humaniora ini, Open Source bukanlah barang asing lagi di telinga mereka. Masyarakatnya bisa menikmati Linux sebagai konten di komputer publik, perpustakaan, laboratorium, dan komputer presentasi di kelas. Apalagi di kalangan mahasiswa D3, Open Source sudah populer menjadi bagian dari mata kuliah dan kurikulum yang mereka pakai.
Kembali ke pertanyaan di atas, apakah Open Source sebuah keharusan, maka saya jawaban saya adalah “tidak”. Meski demikian keteranganyang harus saya lanjutkan adalah Open source hadir sebagai alternatif pilihan yang bisa digunakan, berhak mendapat kesempatan yang sama seperti sistem teknologi informasi yang lain, mendapatkan fasilitas yang sama, dan patut dicoba!
Mari Ganti Mindset! Luluhkan Mental Block!
Barangkali ini yang saya terjadi sebelum Tim UGOS mampir ke FIB dulu. Bertahun-tahun saya bekerja dengan Windows: mengetik, menggambar, desktop publishing, memanipulasi foto, alarm tidur, bahkan menyetel pengusir nyamuk pun saya kerjakan dengan OS-nya Bill Gates ini.
Saya yang dibesarkan di dunia DOS dan Windows, saat itu masih membayangkan jika Linux itu adalah benda yang seperti saya lihat di film-film: layar monokrom hijau penuh teks, baris-baris perintah, dihentak dengan tombol enter keras-keras, dan blass nggak ada tampilan bagusnya!
Dan dari semua pekerjaan itu, saya terlambat menyadari jika yang saya kerjakan itu adalah sebuah kegiatan pintar dan mahir sisi baiknya, tapi tidak paham jika itu adalah sebuah ‘kejahatan’: membajak! Menggunakan produk milik suatu perusahaan tanpa membayar lisensinya! Biasa aja kalee, mungkin bahasa anak-anak saya sekarang.
Akibatnya, Tim UGOS datang belakangan lebih banyak cengengesan pada saya yang “lugu” jika ditanya persoalan perilaku ‘soal enaknya membajak’ lisensi itu. Alasan saya sederhana: malas, Linux itu membuat saya harus belajar lagi. Bikin susah. Saya memang menyadari sekali dua kali sebelumnya, namun hadirnya Linux kali ini dengan filosofinya yang hebat: “bahwa pada hakekatnya pengetahuan itu milik dan hak semua orang, maka kebebasan berkarya: mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang tepat tanpa adanya intervensi harus menggunakan produk tertentu”. Itu mendadak mengubah mental blok saya tentang sulitnya Linux. Keinginan untuk tidak melanggar hak cipta dan menghargai hak intelektual orang sekarang menjadi dasar pijakan bahwa kita harus berani mengubah blok mental itu menjadi: Linux bisa dipelajari, bisa dipakai, dapat memenuhi kebutuhan berkomputer, dan itu bermakna sebuah pertaubatan: saya tidak lagi membajak!
Luangkan Waktu: Mencoba
Mau tidak mau, di saat migrasi, adakalanya, mirip orang yang sudah sakaw karena narkoba, saya pun masih harus bolak-balik menggunakan Windows. Meminta dosis itu—meminjam perumpamaan para pengguna Linux di forum-forum
. Perbedaannya, sekarang ada tambahan keinginan untuk tidak lagi membajak, dan bonusnya, saya ternyata menemukan keasyikan sendiri menemukan dunia Linux yang lebih indah dari yang saya duga.
Pertemuan pertama saya dengan distro Feisty Fawn dan Zencafe, misalnya, sedikit banyak mengejutkan: Lho, Linux ternyata grafis, to?
Belum seberapa, akhirnya saya mulai “nakal”. Saya mulai mencoba-coba “gonta-ganti pasangan”. Apalagi dengan distro-distro berikutnya dari kelompok Linux Mint: Celena, Daryna, Elyssa, Felicia, Gloria, Helena, Isadora, benar-benar membuat saya terpesona. Mereka benar-benar cantik!
Itu belum seberapa. Begitu saya dikenalkan dengan Compiz, tambahan kosmetik pesolek Linux, saya terkapar tak berdaya. Jatuh cinta! Bahkan saya tidak malu menyatakannya dalam YM status saya yang pasti juga dibaca oleh anak dan istri saya. “I love you, Helena!” Mereka mungkin hanya geleng-geleng: sudah tua dan beranak, masih juga jatuh cinta. Payah!
Itulah, semua itu dimulai dari awal yang sederhana, persis seperti pacaran, meluangkan waktu dan mencoba.
Bangga Menjadi sebuah Komunitas Berbeda
Begitu baik dan lengkapnya Linux dari Open Source membuat saya makin menyadari bahwa ini adalah sebuah pilihan yang benar. Apalagi ternyata karena pengembangan Linux yang ekslusif—dibesarkan melalui jalur internet dan dikembangkan oleh banyak komunitas—membuat saya menjadi bangga sebagai bagian dari komunitas yang berbeda. Saya kira wajar sekali perasaan ini, sebagaimana umumnya eforia dan militansi yang terjadi pada kelompok minoritas. Minoritas? Ya, sebutlah demikian. Sumber di Linux Mint menyebutkan bahwa distro terbesar itu adalah Windows, lalu Mac, dan barulah ketiga Ubuntu yang dilanjutkan dengan Linux Mint.
Sebetulnya, kebanggaan ini juga bersamaan datangnya dengan semangat dari filsafi Open Source yang ingin membangun jiwa yang lebih merdeka dan eksploratif. Jiwa semacam seperti ini cenderung menjadi semakin tidak populer dan meningkat jumlahnya di kalangan yang terbiasa “sok ingin cepat”, tidak meresapi proses, dan lebih menghargai hasil-hasil instan.
Kondisi seperti itu, yang saya bayangkan, menghasilkan orang-orang yang salah kaprah seperti saya dulu: bahwa bekerja dengan komputer, identik bekerja dengan Windows. Sama halnya dengan itu juga, seolah bekerja dengan komputer sama dengan menggunakan program atau aplikasi saja.
Kesimpulan-kesimpulan keliru seperti itu akan berimplikasi buruk: melemahkan keingintahuan, merendahkan kerja-kerja pengembangan, dan bisa jadi mengakibatkan semakin suburnya pembajakan.
Hal-hal di atas tadi, bangga, berjiwa merdeka, eksploratif, berdampak terus pada konsistensi menggunakan dan mengembangan Open Source. Meski badai dan hujan—istilah lebay-nya—pokoknya Open Source sampe
Kebanggaan ini pula yang membuat saya bergerak konsisten bersama BuGOS dan tim “sisa-sisa laskar Pajang” UGOS untuk terus beraktivitas di bawah bendera Open Source di UGM, meski dukungan dari lembaga induknya seperti PPTIK dan Rektorat UGM tidak lagi sebesar dua-tiga tahun lalu. Mungkin sudah tidak ngetrend lagi, kata seorang teman saya. Jadi, pantaslah jika kiranya jika saya mengibarkan bendera hitam dengan tulisan: “When The Other Leave, We Remain!”
Ada berbagai alasan diungkapkan melalui berbagai media formal atau informal berkaitan dengan pergeseran kebijakan ini di UGM, seperti keharusan memperhatikan sentimen pasar, keinginan untuk “live in harmony” di antara berbagai OS, atau sebutlah kegagalan untuk menyatakan Open Source sebagai “agama yang benar” di UGM—dan berbagai alasan yang bisa diperdebatkan, namun itu semua tidak menyurutkan semangat—malah sedikit membalik menimbulkan rasa keki dan sentimen—pada kami untuk terus bergerak dengan kebanggaan sebagai bagian dari komunitas kecil dan kuat. Komunitas Open Source.
Bicara dan Bertanyalah!
Kecil sekali kemungkinan untuk bisa berkembang pesat di dunia Open Source ini tanpa pendampingan komunitas. Inilah alasan kuat mengapa komunitas UGM lebih banyak berkembang pada Distro Ubuntu. Komunitasnya besar, kuat, dan dukungan teknisnya begitu banyak.
Ini bermakna pula bagi para penggunanya, bahwa mereka harus aktif bertanya, curhat dengan forum, dan terus berani bereskplorasi dengan Linux mereka. Kadang-kadang di kelas, saya selalu menyarankan para mahasiswa untuk selalu mencoba-coba “para gadis cantik” Linux itu. Saya berani menjamin pada mereka bahwa kesalahan ketik atau perintah, tidak akan membuat komputer mereka meledak…
Pertanyaan-pertanyaan di sekitar Linux sendiri bagi saya adalah sebuah proses pembesaran Linux. Pertanyaan akan meningkatkan solusi, dan pasti akan berimbas pada pencarian persoalan berikutnya, penemuan tips-trik, perdebatan. Walau kadang, namanya juga forum, isinya beragam orang, kadang menyerempet ke cemoohan jika kita salah teknis bertanya, atau cenderung menghakimi dengan keliru jawaban orang lain.
Di samping memberi kontribusi dengan cara itu, pertanyaan-pertanyaan akan mengarah pada penyempurnaan sistem sehingga bug yang muncul akan dibicarakan dicarikan solusinya. Dengan demikian Open Source dan Linux menjadi semakin kecil ‘ penyakitnya’ dan semakin sempurna.
Ber-Open Source adalah sebuah Kesalihan
Bagaimanapun juga, Open Source hanyalah produk. Demikian juga Windows atau OS yang lain. Selalu ada kekurangan. Prosesnya berjalan terus. Pengembangannya tidak berhenti dan berlangsung dari waktu ke waktu. Akan selalu ada kekurangan. Maka, saat itulah jiwa kesabaran kita dipanggil. Bersamaan dengan kesadaran untuk ‘memaafkan’ kekurangan sebuah produk. Kesadaran seperti itu akan membawa sikap positif untuk turut berkontribusi dengan membangun dan mengembangkan Open Source.
Sisi lainnya adalah bahwa Open Source setidaknya mengajak kita untuk menjadi orang yang salih, memilih produk yang legal, halal dipergunakan. Dijanjikan—dalam keislaman yang saya anut—sumber yang halal akan membawa berkah dan manfaat.
Menjadi orang yang salih juga memberi kesadaran bahwa membajak OS dan aplikasinya—sekalipun dianggap biasa dan sepele bagi banyak orang—adalah dosa. Bagi orang-orang yang memaknai konteks dosa, bahwa Tuhan sangat Maha Perhitungan hingga komponen atom pun tak terabaikan, akan membawa pada kesadaran yang praktis dalam beraktivitas di dunia teknologi informasi. Bukan hanya menjauhi konten-konten “tak pantas lihat, tak layak dengar, dan tak pantas tayang”, dia juga kan menghindarkan diri dari penggunaan aplikasi yang ilegal.
Karenanya, saya percaya, ber-Open Source bisa jadi sebuah awal untuk kesalihan.
Mari kita kita awali.
Disampaikan dalam
Pelatihan Singkat Degex
Aplikasi Berbasis Open Source bagi Pustakawan
Rabu, 12 Januari 2011,
Agoes, Erwin S.
Tim UGOS-BuGOS UGM
sad_ewing@ugm.ac.id, sad_ewing@yahoo.com
http://sad-ewing.staff.ugm.ac.id
Workshop Series: Pelatihan DEGEX dan Instalasi Linux bagi Pustakawan dan Umum
Workshop “Singkat Degex Aplikasi Berbasis Open Source bagi Pustakawan”
Waktu dan Tempat :
Rabu, 12 Januari 2011, pukul 08.00 – 12.00 WIB
ARC Perpustakaan Unit 3, Lantai 3
Kontribusi (hanya untuk 30 orang):
Anggota FP UGM Rp10.000,- dan umum Rp20.000,-
Dipandu oleh :
Purwoko (Forum Pustakawan UGM)
Materi :
Sesi 1, Open Source bagi Pustakawan (oleh Erwin–Tim BuGOS UGOS);
Sesi 2, Degex (oleh Purwoko–Forum Pustakawan UGM);
Workshop “Libraian Install Fest Instalasi Linux bagi Pustakawan”
Waktu dan Tempat :
Kamis, 13 Januari 2011, pukul 08.00 – 12.00 WIB
Labkom PPTIK, lantai 2
Kontribusi (hanya 20 orang) :
Anggota FP UGM Rp10.000,- dan umum Rp20.000,-
Dipandu oleh :
Erwin (Tim BuGOS UGOS UGM)
Materi :
Instalasi Linux UGOS (oleh Erwin–Tim BuGOS UGOS)
Fasilitas :
- DVD DEGEX
- Snack
- Sertifikat
Ketentuan :
Peserta membawa laptop ber-DVD
INFORMASI PENDAFTARAN :
Forum Pustakawan UGM
Sekretariat: Bulaksumur, Yogyakarta
Telp.: 0274-6615510
Fax.: 0274-513163
CP: Dewi Widia: 085652424666
Email: pustakawanugm@gmail.com
Email: widia_kecil@yahoo.com
Instalasi Apache, MySql, dan Php di Linux Ubuntu
Dalam panduan ini penulis akan menunjukkan cara untuk menginstall sistem LAMP. LAMP singkatan dari Linux, Apache, MySQL, PHP. Pedoman ini dimaksudkan untuk membantu mereka yang memiliki pengetahuan sangat sedikit menggunakan Linux Ubuntu.
Mode Grafis
- Buka Synaptic (System -> Administration -> Synaptic Package manager);
- Pada menu Synaptic klik menu Edit -> Mark Packages by Task…;
- Centang pada opsi LAMP Server, kemudian klik tombol OK.
Mode Teks
- Buka Terminal (Applications -> Accessories -> Terminal);
- Copy dan paste kode dibawah ini dalam Terminal dan tekan enter ;
$ tasksel install lamp-server
Testing Apache
Untuk memastikan semua terinstall secara baik, sekarang kita test Apache berjalan dengan baik. Buka browser Anda dan ketik dibawah ini didalm alamat baru :
http://localhost/
Jika berhasil maka akan muncul tulisan “It works!”
Tambahan
Install phpmyadmin untuk mempermudah anda dalam memanage database sql,cara installnya :
Mode Grafis
- Buka Synaptic (System -> Administration -> Synaptic Package manager);
- Pada kolom search ketik phpmyadmin;
- Setelah ketemu, klik kanan pilih opsi Mark for installation, kemudian klik tombol Apply;
Mode Teks
- Copy dan paste kode dibawah ini dalam Terminal dan tekan enter ;
- Jalankan browser dan ketik http://localhost/phpmyadmin di url address.
$ sudo apt-get install phpmyadmin
Selamat Mencoba!!
Referensi :
https://help.ubuntu.com/
http://www.howtoforge.com/
http://www.ubuntugeek.com/
Sumber gambar :
http://www.tomshardware.com/
Memperbaiki Resolusi Layar VGA Berchipset SIS/S3 Graphic di Linux Ubuntu
Driver VGA berchipset SIS atau S3 Graphic di Linux Ubuntu memang dukungan drivernya agaklah sulit. Untuk mengakali ini, Anda bisa menggunakan driver generic Vesa agar resolusi layar Anda bisa sesuai dengan ukuran yang di inginkan. Berikut langkah-langkah untuk instalasinya :
- Download konfig Xorg Vesa di sini. Atau download dengan perintah konsole terminal.
- Copykan kedalam sistem Linux anda dengan perintah berikut ;
- Kemudian restart komputer Anda;
- Jika berjalan dengan baik, ganti resolusi layar dengan mengklik menu System -> Preferences -> Monitors, ganti resolusi sesuai layar.
$ wget ftp://repo.ugm.ac.id/ekstra/.ugos_tools/xorg.conf
$ sudo mv xorg.conf /etc/X11/
Selamat Mencoba!!
Install driver Wireless Berchipset Broadcom di Linux Ubuntu
Untuk meng-install WiFi Broadcom di Ubuntu, ada dua cara yaitu dengan menggunakan aplikasi Hardware Driver dan cara manual download. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
Cara yang Pertama :
- Koneksikan PC atau Laptop Anda ke internet menggunakan kabel LAN;
- Jalankan aplikasi Hardware Driver dengan mengklik menu System -> Administration -> Hardware Drivers dan pilih Broadcom Wireless B43 wireless driver, kemudian klik tombol Activate;
- Tunggu proses install. Proses ini akan sedikit memakan waktu, karena proses install akan mendownload driver dari server luar;
- Restart Komputer Anda, klik tombol WiFi pada keyboard, kemudian klik pada logo komputer.

Cara yang Kedua :
- Jika Anda tidak mempunyai koneksi internet, anda dapat mendownload paket driver yang sudah penulis paketkan di sini;
- Copy paket yang di download tadi ke home user Anda;
- Sekarang, jalankan konsole terminal dengan mengklik menu Applications -> Accesories -> Terminal dan install driver dengan perintah berikut;
- Akhirnya, restart komputer Anda untuk memastikan jika WiFi sudah terinstall dan bekerja dengan baik.
$ tar xzvf b43-fwcutter.tar.gz
$ cd b43-fwcutter/
$ bash install_bcm43xx_firmware.sh
Catatan :
Cara instalasi diatas adalah, jika broadcom terdeteksi pada hardware driver Broadcom B43 Wireless Driver.
Selamat Mencoba!!
Sumber Referensi :
http://techie-buzz.com/
Sumber Gambar :
http://farm4.static.flickr.com/
http://help.nceas.ucsb.edu/























